Aku menatap langit dari jendela appartemenku. tampak bintang-bintang yang bersinar terang bersama dengan bulan di sana.
"sungguh indah" kataku terkagum-kagum.
aku terus menatap langit itu sambil memperhatikan awan-awan yang berjalan, dan tersenyum. tiba-tiba, aku mendengar suara hentakan kaki. seseorang mendekatiku. aku merasa ketakutan~
sekarang aku merasakan seseorang melingkarkan kedua tangannya di pinggangku. seseorang memelukku dari belakang.
aku setengah menoleh ke belakang. aku melihat seorang pria.
"Chanyeol ??" seruku.
"hmm.." jawab pria itu. ia mempererat pelukannya.
"kapan kau datang??" tanyaku.
"baru saja" jawabnya singkat.
aku hanya mengangguk.
sekarang ia tertawa geli. membuatku sedikit heran padanya.
"kenapa?" tanyaku bingung.
"anniyo.. kau terlihat sangat cantik hari ini. apa kau sengaja berdandan cantik untukku malam ini chagii??" tanyanya. ia masih memelukku erat.
aku menggeleng, "anni.." jawabku.
Chanyeol langsung melepas pelukan eratnya itu. 'kenapa dia?' tanyaku dalam hati.
pria itu berjalan ke kamar. aku mengikutinya dari belakang.
pria itu berbaring di ranjang. aku hanya duduk di ranjang itu. aku duduk di sebelah pria itu.
terpasang ekspresi pout di wajahnya. aku hanya memperhatikannya.
"waeyo?" tanyaku.
Chanyeol tidak menjawab.
"ada apa denganmu? kau marah padaku?" tanyaku sekali lagi.
Chanyeol tetap menutup mulutnya rapat-rapat. ia tidak menjawab lagi.
"Chagii~ apa kau marah padaku?" tanyaku lagi sambil tertawa. aku menggerak-gerakan tubuhnya._.
"tidak" jawabnya namun singkat.
pria itu memejamkan matanya.
"kau bohong~" kataku pura-pura kesal.
pria itu tidur sekarang. ia mengabaikanku. aku tidak tahu ia tidur sungguhan atau hanya pura-pura.
"baiklah~! aku akan pergi ke luar sekarang! mungkin aku akan pulang besok pagi~ atau mungkin tidak akan pernah!" seruku tersenyum evil.
aku beranjak dari ranjang. aku ingin keluar dari kamar. tapi sesuatu menahanku. Chanyeol menarik tanganku hingga aku jatuh telentang ke atas ranjang. ia mendekatkan wajahnya ke arah wajahku/? .-.
'apa-apaan ini?' desisku dalam hati.
kini pria itu semakin dekat denganku. ia kini meletakkan bibirnya ke atas bibir milikku. jantungku berdetak sangat cepat saat ini. aku merasa tegang.
pria itu mulai melumatnya. melumatnya dengan lembut~
membuatku semakin tegang. ia mulai pmemperdalam lumatannya. detak jantungku kini semakin tidak beraturan. tuhan menolongku. Chanyeol melepaskan ciuman itu. aku berusaha mengatur napasku agar kembali normal~
aku menatap ke arahnya. pria itu tersenyum padaku~
"manis~" katanya sambil tersenyum sangat tampan.
"Selamat malam sayangku~" bisikknya ke telingaku~
aku hanya bisa tersipu malu
-THE END-
"sungguh indah" kataku terkagum-kagum.
aku terus menatap langit itu sambil memperhatikan awan-awan yang berjalan, dan tersenyum. tiba-tiba, aku mendengar suara hentakan kaki. seseorang mendekatiku. aku merasa ketakutan~
sekarang aku merasakan seseorang melingkarkan kedua tangannya di pinggangku. seseorang memelukku dari belakang.
aku setengah menoleh ke belakang. aku melihat seorang pria.
"Chanyeol ??" seruku.
"hmm.." jawab pria itu. ia mempererat pelukannya.
"kapan kau datang??" tanyaku.
"baru saja" jawabnya singkat.
aku hanya mengangguk.
sekarang ia tertawa geli. membuatku sedikit heran padanya.
"kenapa?" tanyaku bingung.
"anniyo.. kau terlihat sangat cantik hari ini. apa kau sengaja berdandan cantik untukku malam ini chagii??" tanyanya. ia masih memelukku erat.
aku menggeleng, "anni.." jawabku.
Chanyeol langsung melepas pelukan eratnya itu. 'kenapa dia?' tanyaku dalam hati.
pria itu berjalan ke kamar. aku mengikutinya dari belakang.
pria itu berbaring di ranjang. aku hanya duduk di ranjang itu. aku duduk di sebelah pria itu.
terpasang ekspresi pout di wajahnya. aku hanya memperhatikannya.
"waeyo?" tanyaku.
Chanyeol tidak menjawab.
"ada apa denganmu? kau marah padaku?" tanyaku sekali lagi.
Chanyeol tetap menutup mulutnya rapat-rapat. ia tidak menjawab lagi.
"Chagii~ apa kau marah padaku?" tanyaku lagi sambil tertawa. aku menggerak-gerakan tubuhnya._.
"tidak" jawabnya namun singkat.
pria itu memejamkan matanya.
"kau bohong~" kataku pura-pura kesal.
pria itu tidur sekarang. ia mengabaikanku. aku tidak tahu ia tidur sungguhan atau hanya pura-pura.
"baiklah~! aku akan pergi ke luar sekarang! mungkin aku akan pulang besok pagi~ atau mungkin tidak akan pernah!" seruku tersenyum evil.
aku beranjak dari ranjang. aku ingin keluar dari kamar. tapi sesuatu menahanku. Chanyeol menarik tanganku hingga aku jatuh telentang ke atas ranjang. ia mendekatkan wajahnya ke arah wajahku/? .-.
'apa-apaan ini?' desisku dalam hati.
kini pria itu semakin dekat denganku. ia kini meletakkan bibirnya ke atas bibir milikku. jantungku berdetak sangat cepat saat ini. aku merasa tegang.
pria itu mulai melumatnya. melumatnya dengan lembut~
membuatku semakin tegang. ia mulai pmemperdalam lumatannya. detak jantungku kini semakin tidak beraturan. tuhan menolongku. Chanyeol melepaskan ciuman itu. aku berusaha mengatur napasku agar kembali normal~
aku menatap ke arahnya. pria itu tersenyum padaku~
"manis~" katanya sambil tersenyum sangat tampan.
"Selamat malam sayangku~" bisikknya ke telingaku~
aku hanya bisa tersipu malu
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar