Aku berjalan pulang menuju appartemenku di malam seperti ini. Sesampainya di appartemen. Aku berdiri di depan pintu appartemenku, dan segera mengambil kunci appartemen yang berada di dalam sakuku. Lalu aku membuka pintunya dengan pelan-pelan.
"Aku pulang~!" teriakku seraya meramaikan suasana yang hening dan sepi ini. Aku hanya tinggal seorang diri di sini. 'terasa aneh' gumamku.
terdengar langkahan kaki yang mendekat ke arahku. mungkin seperti ingin menghampiriku.
"Aku sudah menunggumu lama di sini~" seru seseorang. suaranya berat seperti pria. ya, memang dia pria. pria itu berada di depanku sekarang. ia tampak terlihat tinggi~ begitu tinggi sehingga aku harus mengangkat kepalaku ke atas untuk melihatnya. pakaian pria itu sama seperti seragam di sekolahku~ ya! namanya Oh Sehun. dia tidak sekelas denganku, tapi kelasnya bersebrangan denganku, dan juga ia temanku dari kecil. 'aku mungkin mengenalnya~' pikirku. seketika aku terkejut. "Yakk !! apa yang kau lakukan di sini ?!!" tanyaku setengah berteriak. Pria itu hanya diam lalu mendekat, dan semakin dekat sehingga membuatku terus mundur dan mundur dan, 'Oh shit!' pekikku dalam hati. aku mundur dan sekarang berhenti karna tembok ini. aku mentok di tembok ini, kini pria itu semakin mendekat bahkan hidung kita sudah bersentuhan. dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain memejamkan mata. tiba-tiba,
"Oh~ aku lapar sekali chaggiya~ bisakah kau membuatkan makanan untukku?" pinta pria itu dengan manja. aku langsung membuka mataku.
'Sial! bahkan aku bukan kekasihnya' kataku dalam hati. Pria itu berjalan menuju sofa. Ia duduk santai di sofa itu sambil menonton acara di televisi. Aku menghampirinya, dan berhenti tepat di depannya sambil menatap kesal. 'aku membuatkan makanan, sementara dia hanya asik bersantai-santi sambil duduk di sofa milikku? tidak sudi rasanya! lagipula aku bukan siapa-siapa dia, untuk apa aku membuatkannya makanan?' kataku dalam hati, dan masih menatap pria itu. pria itu sadar bahwa aku memerhatikannya daritadi.
"Chagi~ apa yang kau lakukan di situ? cepatlah chagii~ perutku sudah bergerak sedaritadi." seru pria itu dengan manja. dan kali ini aku ingin muntah. aku mendekatinya dan mulai duduk di sebelahnya.
"kenapa tidak kau saja yang membuatkan makanan? Ini appartemenku~ jadi akulah pemimpinnya! cepatlah~ aku sudah lapar!" seruku menahan kesal.
"Shireo!" jawab pria itu seraya dengan menggelengkan kepalanya.
'bocah tengil ini!' seruku dalam hati. aku berdiri dan berjalan menuju kamarku. kini aku membasuh tubuhku dengan shower~ 'hmm.. sangat nyamann~' gumamku dalam hati. setelah selesai aku segera membalut tubuhku dengan handuk, lalu keluar dari kamar mandi. Aku menghampiri lemari milikku dan mencari-cari pakaian dan memakainya~ setelah itu aku berjalan menuju pintu kamar. aku membuka sedikit pintu itu untuk membuat celah agar aku bisa mengintip pria itu. aku ingin memastikan apa dia masih di sana? dan.. 'SHIT !' desisku. Aku keluar dari kamarku, lalu menghampiri pria itu.
"Kau masih di sini?" tanyaku. aku langsung duduk di seblahnya.
Sehun hanya mengangguk.
"Hufftt !! apa kau tetap di sini karna aku belum membuatkan makanan untukmu?" tanyaku lagi.
Sehun hanya diam tak bersuara dan juga tidak bereaksi.
"Baiklah~ aku akan membuatkan makanan untukmu. tapi setelah itu kau harus pergi~ oke?" kataku. lalu berdiri dari sofa dan pergi menuju dapur. belum setengah jalan, sehun menarik tanganku sehingga membuatku berhenti berjalan. aku menoleh ke arahnya.
"Apa?" tanyaku bingung.
Sehun berdiri dari duduknya. lagi-lagi ia mulai mendekat, dekat, sangat dekat dan chuuu~
Sehun menciumku. matakku mulai membesar dan seperti ingin keluar.
tak lama, sehun melepaskannya dan,
"Aku sudah tidak lapar sekarang~ aku akan pergi. sampai bertemu besok di sekolah~" kata sehun. dan chuu~ satu kecupan singkat mendarat ke bibirku lagi. Sehun tersenyum dan mengatakan, "Selamat malam~" sambil berjalan keluar appartemenku. Aku tampak seperti orang bodoh. pipiku memerah
-THE END-
"Aku pulang~!" teriakku seraya meramaikan suasana yang hening dan sepi ini. Aku hanya tinggal seorang diri di sini. 'terasa aneh' gumamku.
terdengar langkahan kaki yang mendekat ke arahku. mungkin seperti ingin menghampiriku.
"Aku sudah menunggumu lama di sini~" seru seseorang. suaranya berat seperti pria. ya, memang dia pria. pria itu berada di depanku sekarang. ia tampak terlihat tinggi~ begitu tinggi sehingga aku harus mengangkat kepalaku ke atas untuk melihatnya. pakaian pria itu sama seperti seragam di sekolahku~ ya! namanya Oh Sehun. dia tidak sekelas denganku, tapi kelasnya bersebrangan denganku, dan juga ia temanku dari kecil. 'aku mungkin mengenalnya~' pikirku. seketika aku terkejut. "Yakk !! apa yang kau lakukan di sini ?!!" tanyaku setengah berteriak. Pria itu hanya diam lalu mendekat, dan semakin dekat sehingga membuatku terus mundur dan mundur dan, 'Oh shit!' pekikku dalam hati. aku mundur dan sekarang berhenti karna tembok ini. aku mentok di tembok ini, kini pria itu semakin mendekat bahkan hidung kita sudah bersentuhan. dan aku tidak bisa berbuat apa-apa selain memejamkan mata. tiba-tiba,
"Oh~ aku lapar sekali chaggiya~ bisakah kau membuatkan makanan untukku?" pinta pria itu dengan manja. aku langsung membuka mataku.
'Sial! bahkan aku bukan kekasihnya' kataku dalam hati. Pria itu berjalan menuju sofa. Ia duduk santai di sofa itu sambil menonton acara di televisi. Aku menghampirinya, dan berhenti tepat di depannya sambil menatap kesal. 'aku membuatkan makanan, sementara dia hanya asik bersantai-santi sambil duduk di sofa milikku? tidak sudi rasanya! lagipula aku bukan siapa-siapa dia, untuk apa aku membuatkannya makanan?' kataku dalam hati, dan masih menatap pria itu. pria itu sadar bahwa aku memerhatikannya daritadi.
"Chagi~ apa yang kau lakukan di situ? cepatlah chagii~ perutku sudah bergerak sedaritadi." seru pria itu dengan manja. dan kali ini aku ingin muntah. aku mendekatinya dan mulai duduk di sebelahnya.
"kenapa tidak kau saja yang membuatkan makanan? Ini appartemenku~ jadi akulah pemimpinnya! cepatlah~ aku sudah lapar!" seruku menahan kesal.
"Shireo!" jawab pria itu seraya dengan menggelengkan kepalanya.
'bocah tengil ini!' seruku dalam hati. aku berdiri dan berjalan menuju kamarku. kini aku membasuh tubuhku dengan shower~ 'hmm.. sangat nyamann~' gumamku dalam hati. setelah selesai aku segera membalut tubuhku dengan handuk, lalu keluar dari kamar mandi. Aku menghampiri lemari milikku dan mencari-cari pakaian dan memakainya~ setelah itu aku berjalan menuju pintu kamar. aku membuka sedikit pintu itu untuk membuat celah agar aku bisa mengintip pria itu. aku ingin memastikan apa dia masih di sana? dan.. 'SHIT !' desisku. Aku keluar dari kamarku, lalu menghampiri pria itu.
"Kau masih di sini?" tanyaku. aku langsung duduk di seblahnya.
Sehun hanya mengangguk.
"Hufftt !! apa kau tetap di sini karna aku belum membuatkan makanan untukmu?" tanyaku lagi.
Sehun hanya diam tak bersuara dan juga tidak bereaksi.
"Baiklah~ aku akan membuatkan makanan untukmu. tapi setelah itu kau harus pergi~ oke?" kataku. lalu berdiri dari sofa dan pergi menuju dapur. belum setengah jalan, sehun menarik tanganku sehingga membuatku berhenti berjalan. aku menoleh ke arahnya.
"Apa?" tanyaku bingung.
Sehun berdiri dari duduknya. lagi-lagi ia mulai mendekat, dekat, sangat dekat dan chuuu~
Sehun menciumku. matakku mulai membesar dan seperti ingin keluar.
tak lama, sehun melepaskannya dan,
"Aku sudah tidak lapar sekarang~ aku akan pergi. sampai bertemu besok di sekolah~" kata sehun. dan chuu~ satu kecupan singkat mendarat ke bibirku lagi. Sehun tersenyum dan mengatakan, "Selamat malam~" sambil berjalan keluar appartemenku. Aku tampak seperti orang bodoh. pipiku memerah
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar