Aku datang ke sekolah cukup pagi hari ini. sekolah masih terlihat sepi. mungkin hanya sekitar satu atau dua orang yang baru datang. termasuk aku.^^
aku berjalan menuju kelasku. aku masuk ke dalam kelas. tidak ada siapa-siapa di sini. hanya ada aku saja.
aku berjalan menuju tempat dudukku yang berada di paling belakang. tepat di bagian paling ujung.
terlihat aneh. di atas mejaku tergeletak setangkai bunga mawar berwarna merah marun, dan juga sekotak coklat berbentuk hati.
'milik siapa ini semua?' tanyaku dalam hati.
terlihat selembar ketas yang di lipat tergeletak di atas kotak coklat itu.
aku segera membaca tulisan di kertas itu~
'semoga kau suka atas pemberianku~ To : (namkor-mu)'
tertulis namaku di kertas itu. 'apa barang ini untukku?' pikirku, terlihat bingung.
tiba-tiba seseorang datang. aku segera memasukkan bunga mwar dan kotak coklat itu ke dalam laci mejaku.
ternyata yang datang adalah Baekhyun, teman sekelasku.
"Kau hanya sendiri di sini?" tanya Baekhyun padaku, sambil menaruh tasnya ke tempat duduknya.
aku hanya mengangguk menandakan iya.
"mau keluar ??" tanya Baekhyun lagi.
aku mengangguk, "ya.." kataku.
Aku dan Baekhyun berjalan mengelilingi sekitar sekolah. keadaan sekolah masih sama seperti aku baru datang tadi. masih terlihat sepi.
aku dan baekhyun hanya terdiam. membuatku merasa canggung.
tiba-tiba,
"apa kau mendapatkannya?" tanya Baekhyun, sontak membuatku sedikit terkejut dan bingung.
"mendapatkan apa?" kataku balik bertanya.
Baekhyun hanya terseyum. 'sangat aneh' gumamku.
Lalu Baekhyun berhenti berjalan dan membuatku juga ikut berhenti.
"ada apa?" tanyaku.
Baekhyun hanya menggeleng. ia masih tersenyum "
"kau? apa kau mendapatkan setangkai bunga mawar dan sekotak coklat di mejamu?" tanya Baekhyun.
aku hanya mengangguk tanpa rasa bingung.
"bagaimana perasaanmu?" tanya baekhyun, sudah seperti wartawan.
"biasa saja" jawabku singkat.
Baekhyun terlihat terkejut.
"kenapa?" tanyanya lagi.
"aku tidak tahu siapa yang memberiku itu semua. jadi aku biasa saja" jawabku.
"jika aku yang memberi semua itu? bagaimana perasaanmu?" tanya baekhyun lagi yang membuatku sontak terkejut.
aku terdiam dan melamun tidak menjawab pertanyaan baekhyun.
'Baekhyun. aku menyukainya dari awal aku masuk ke sekolah ini. jadi, aku merasa tidak mungkin jika dia yang memberikanku semua itu.' pikirku.
"itu mustahil" kataku sambil tertawa kecil.
"kalau benar itu aku bagaimana?" tanyanya lagi dan membuatku bingung.
aku hanya terdiam.
tiba-tiba, Baekhyun berlutut di depanku. ia mengeluarkan setangkai bunga mawar dari belakang punggungnya. 'apa maksudnya ini?' tanyaku dalam hati. 'bunga mawar itu sama seperti yang kudapatkan di mejaku tadi.' pikirku. 'apa benar dia yang memberiku itu semua?' tanyaku lagi dalam hati.
Baekhyun berbicara, "aku menyukaimu." katanya. "aku ingin kau menjadi kekasihku." lanjutnya. Ia berbicara sangat panjang. dan terakhir dia mengatakan padaku, "maukah kau jadi kekasihku?" tanyanya.
aku sangat terkejut. pipiku memerah. aku tidak percaya. tapi ini benar-benar nyata. tanpa banyak berpikir lama, aku langsung mengangguk.
"ya.." kataku malu.
Aku melihat Baekhyun yang tersenyum dan tertawa senang karna aku menerimanya. sekarang dia memelukku. dia memelukku sngat erat~
"saranghae~" katanya membisikkan pada telingaku~
-THE END-
aku berjalan menuju kelasku. aku masuk ke dalam kelas. tidak ada siapa-siapa di sini. hanya ada aku saja.
aku berjalan menuju tempat dudukku yang berada di paling belakang. tepat di bagian paling ujung.
terlihat aneh. di atas mejaku tergeletak setangkai bunga mawar berwarna merah marun, dan juga sekotak coklat berbentuk hati.
'milik siapa ini semua?' tanyaku dalam hati.
terlihat selembar ketas yang di lipat tergeletak di atas kotak coklat itu.
aku segera membaca tulisan di kertas itu~
'semoga kau suka atas pemberianku~ To : (namkor-mu)'
tertulis namaku di kertas itu. 'apa barang ini untukku?' pikirku, terlihat bingung.
tiba-tiba seseorang datang. aku segera memasukkan bunga mwar dan kotak coklat itu ke dalam laci mejaku.
ternyata yang datang adalah Baekhyun, teman sekelasku.
"Kau hanya sendiri di sini?" tanya Baekhyun padaku, sambil menaruh tasnya ke tempat duduknya.
aku hanya mengangguk menandakan iya.
"mau keluar ??" tanya Baekhyun lagi.
aku mengangguk, "ya.." kataku.
Aku dan Baekhyun berjalan mengelilingi sekitar sekolah. keadaan sekolah masih sama seperti aku baru datang tadi. masih terlihat sepi.
aku dan baekhyun hanya terdiam. membuatku merasa canggung.
tiba-tiba,
"apa kau mendapatkannya?" tanya Baekhyun, sontak membuatku sedikit terkejut dan bingung.
"mendapatkan apa?" kataku balik bertanya.
Baekhyun hanya terseyum. 'sangat aneh' gumamku.
Lalu Baekhyun berhenti berjalan dan membuatku juga ikut berhenti.
"ada apa?" tanyaku.
Baekhyun hanya menggeleng. ia masih tersenyum "
"kau? apa kau mendapatkan setangkai bunga mawar dan sekotak coklat di mejamu?" tanya Baekhyun.
aku hanya mengangguk tanpa rasa bingung.
"bagaimana perasaanmu?" tanya baekhyun, sudah seperti wartawan.
"biasa saja" jawabku singkat.
Baekhyun terlihat terkejut.
"kenapa?" tanyanya lagi.
"aku tidak tahu siapa yang memberiku itu semua. jadi aku biasa saja" jawabku.
"jika aku yang memberi semua itu? bagaimana perasaanmu?" tanya baekhyun lagi yang membuatku sontak terkejut.
aku terdiam dan melamun tidak menjawab pertanyaan baekhyun.
'Baekhyun. aku menyukainya dari awal aku masuk ke sekolah ini. jadi, aku merasa tidak mungkin jika dia yang memberikanku semua itu.' pikirku.
"itu mustahil" kataku sambil tertawa kecil.
"kalau benar itu aku bagaimana?" tanyanya lagi dan membuatku bingung.
aku hanya terdiam.
tiba-tiba, Baekhyun berlutut di depanku. ia mengeluarkan setangkai bunga mawar dari belakang punggungnya. 'apa maksudnya ini?' tanyaku dalam hati. 'bunga mawar itu sama seperti yang kudapatkan di mejaku tadi.' pikirku. 'apa benar dia yang memberiku itu semua?' tanyaku lagi dalam hati.
Baekhyun berbicara, "aku menyukaimu." katanya. "aku ingin kau menjadi kekasihku." lanjutnya. Ia berbicara sangat panjang. dan terakhir dia mengatakan padaku, "maukah kau jadi kekasihku?" tanyanya.
aku sangat terkejut. pipiku memerah. aku tidak percaya. tapi ini benar-benar nyata. tanpa banyak berpikir lama, aku langsung mengangguk.
"ya.." kataku malu.
Aku melihat Baekhyun yang tersenyum dan tertawa senang karna aku menerimanya. sekarang dia memelukku. dia memelukku sngat erat~
"saranghae~" katanya membisikkan pada telingaku~
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar