"Chaggii !! palli ireona !!" terdengar seorang pria membangunkanku.
aku membuka mataku. aku menoleh ke arah pria yang ada di sampingku.
"Cepatlah bangun~" seru pria itu.
aku hanya mengangguk. aku masih sangat mengantuk sekarang.
"aku akan menunggumu di luar~ cepatlah bersiap-siap chaggii !!" kata pria itu sambil berjalan keluar kamar.
aku sama sekali tidak merasa aneh dengan sikapnya. aku langsung menuju ke kamar mandi dan membasuh tubuhku. setelah itu aku segera bersiap-siap dengan cepat.
sesudahnya. aku segera keluar dari kamarku. aku menghampiri pria yang tengah duduk di sofa sambil menungguku.
"Minseok Oppa??" panggilku pada pria itu.
pria itu menoleh ke arahku. ia tersenyum padaku. lalu ia berdiri dari duduknya, dan menghampiriku.
"kau~ terlihat cantik. kajja!" serunya. pria itu langsung menggandeng tanganku. aku dan pria itu keluar dari appartemen.
pria itu segera mengambil mobilnya. ia membukakan pintu mobilnya untukku. aku masuk ke dalam mobil, ia segera menutup pintu mobilnya lalu berjalan ke pintu mobil yang ada di sebelahnya. ia masuk ke dalam mobil itu, dan duduk di sampingku.
"kita akan kemana?" tanyaku bingung.
"tidak kemana-mana~" jawab pria itu sambil mengendarai mobilnya.
"lalu?" tanyaku lagi.
"tidak ada lagi." jawabnya singkat.
aku terlihat bingung pada tingkahnya hari ini. aku memperhatikan pria yang sedang menyetir itu.
"apa?" tanyanya, ia menoleh padaku.
aku hanya menggeleng. aku kembali melihat jalanan lewat kaca mobil.
pria itu hanya tersenyum, lalu fokus menyetir lagi.
tiba-tiba ia menghentikan mobilnya di tepi jembatan, yang melihatkan pemandangan sebuah jurang yang cukup dalam. terlihat menakutkan namun indah.
pria itu keluar dari mobil. ia membukakan pintu untukku lagi. dan aku keluar juga dari mobilnya.
aku melihat ke sekelilingku. aku menengok ke arah kiri dan kanan. jalanan terlihat sangat sepi. mungkin hanya dua atau lima kendaraan yang lewat.
"untuk apa kita ke sini?" tanyaku sambil meperhatikan sekeliling.
Minseok hanya tersenyum.
aku menatapnya aneh.
"kau lihat jurang itu? sangat dalam bukan?" tanya Minseok.
aku hanya mengangguk lalu mundur sedikit.
"apa kau takut jatuh?" tanyanya lagi.
aku menjawabnya, "tentu saja!"
"mana ada orang yang ingin jatuh ke dalam jurang sedalam itu? kurasa hanya orang gila saja yang tidak takut melakukan hal itu. jatuh ke dalam jurang yang sangat menakutkan." lanjutku.
"kalau begitu aku gila ya?" tanya Minseok di sambi dengan tawaan.
aku tersontak kaget dengan perkataannya.
"apa maksudmu?" tanyaku sedikit berteriak.
"tidak apa-apa. lupakanlah~" jawab Minseok.
aku merasa benar-benar ketakutan sekarang. aku memeluk pria itu begitu saja.
"apa kau akan meninggalkanku?" tanyaku polos.
pria itu mempererat pelukannya.
"tentu saja tidak." jawabnya, lalu mengecup dahiku.
"lalu apa maksudmu tadi?" tanyaku lagi. dan sekarang aku benar-benar khawatir.
"apa kau takut kehilanganku? hmm?" tanyanya.
aku mengangguk di dalam pelukannya.
pria itu segera melepaskan pelukkan itu. ia menatapku. ia memegang pipiku dengan kedua tanganya. ia mengelus-elus pipiku.
"aku juga takut kehilanganmu~" katanya sambil tersenyum.
"aku hanya bercanda tadi.." lanjutnya.
rasa khawatirku berkurang sekarang.
"syukurlah~" kataku. pria itu tertawa geli.
"apa kau pikir aku akan melakukan hal bodoh itu? ahaha!" tanyanya sambil tertawa meledekku.
aku merasa jengkel denganya. aku masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobilnya dan menyebabkan suara yang agak keras dan mengagetkan.
pria itu langsung masuk juga ke dalam mobilnya. ia melihat ke arahku. namun aku mengabaikannya dengan melihat pemandangan di luar.
"kau marah ya?" tanyanya dengan nada menggoda.
aku hanya menggeleng.
"jinjja?" tanyanya lagi.
kali ini aku mengagguk.
"kau mau ini tidak?" tanyanya sambil mengulurkan sebuah boneka teddy bear ke arahku. ia menekan-nekan tombol yang ada di tengah boneka itu. boneka itu berbicara dengan suara yang begitu imut. "Saranghae~" kata boneka itu.
aku langsung menengok ke arah pria itu. pria itu tersenyum padaku.
aku memperhatikan boneka teddy bear yang ada di tangan pria itu. pria itu terus menggerak-gerakan bonekanya dan terus menekan tombol yang ad pada boneka itu, sehingga membuat boneka itu terus-terusan berkata, "Saranghae~". membuatku terganggu dengan susana itu.
"Minseok hentikan!" kataku setengah berteriak. aku menatap kesal ke arah luar.
"Apa kau tidak suka dengan boneka ini?" tanya Minseok.
aku menggeleng, "tidak!" jawabku.
"Jinjja?" Minseok mulai mendekat. aku menoleh ke arahnya. membuatku terus berusaha untuk mundur.
"Apa?" kataku seperti orang ketakutan.
Minseok makin mendekat. kali ini dia sangat dekat denganku. Jantungku mulai berdetak tidak beraturan.
"Happy Valentine chaggiyya~" kata Minseok lalu tersenyum.
'huffttt..' aku langsung menghembuskan nafas pelan. 'kukira akan terjadi sesuatu.' pikirku.
tiba-tiba, Chuu~~
Minseok menciumku. kukira ini tidak akan terjadi. jantungku mulai berdetak sangat-sangat tidak beraturan kali ini.
benar-benar kejutan di hari Valentine yang indah~
-THE END-
aku membuka mataku. aku menoleh ke arah pria yang ada di sampingku.
"Cepatlah bangun~" seru pria itu.
aku hanya mengangguk. aku masih sangat mengantuk sekarang.
"aku akan menunggumu di luar~ cepatlah bersiap-siap chaggii !!" kata pria itu sambil berjalan keluar kamar.
aku sama sekali tidak merasa aneh dengan sikapnya. aku langsung menuju ke kamar mandi dan membasuh tubuhku. setelah itu aku segera bersiap-siap dengan cepat.
sesudahnya. aku segera keluar dari kamarku. aku menghampiri pria yang tengah duduk di sofa sambil menungguku.
"Minseok Oppa??" panggilku pada pria itu.
pria itu menoleh ke arahku. ia tersenyum padaku. lalu ia berdiri dari duduknya, dan menghampiriku.
"kau~ terlihat cantik. kajja!" serunya. pria itu langsung menggandeng tanganku. aku dan pria itu keluar dari appartemen.
pria itu segera mengambil mobilnya. ia membukakan pintu mobilnya untukku. aku masuk ke dalam mobil, ia segera menutup pintu mobilnya lalu berjalan ke pintu mobil yang ada di sebelahnya. ia masuk ke dalam mobil itu, dan duduk di sampingku.
"kita akan kemana?" tanyaku bingung.
"tidak kemana-mana~" jawab pria itu sambil mengendarai mobilnya.
"lalu?" tanyaku lagi.
"tidak ada lagi." jawabnya singkat.
aku terlihat bingung pada tingkahnya hari ini. aku memperhatikan pria yang sedang menyetir itu.
"apa?" tanyanya, ia menoleh padaku.
aku hanya menggeleng. aku kembali melihat jalanan lewat kaca mobil.
pria itu hanya tersenyum, lalu fokus menyetir lagi.
tiba-tiba ia menghentikan mobilnya di tepi jembatan, yang melihatkan pemandangan sebuah jurang yang cukup dalam. terlihat menakutkan namun indah.
pria itu keluar dari mobil. ia membukakan pintu untukku lagi. dan aku keluar juga dari mobilnya.
aku melihat ke sekelilingku. aku menengok ke arah kiri dan kanan. jalanan terlihat sangat sepi. mungkin hanya dua atau lima kendaraan yang lewat.
"untuk apa kita ke sini?" tanyaku sambil meperhatikan sekeliling.
Minseok hanya tersenyum.
aku menatapnya aneh.
"kau lihat jurang itu? sangat dalam bukan?" tanya Minseok.
aku hanya mengangguk lalu mundur sedikit.
"apa kau takut jatuh?" tanyanya lagi.
aku menjawabnya, "tentu saja!"
"mana ada orang yang ingin jatuh ke dalam jurang sedalam itu? kurasa hanya orang gila saja yang tidak takut melakukan hal itu. jatuh ke dalam jurang yang sangat menakutkan." lanjutku.
"kalau begitu aku gila ya?" tanya Minseok di sambi dengan tawaan.
aku tersontak kaget dengan perkataannya.
"apa maksudmu?" tanyaku sedikit berteriak.
"tidak apa-apa. lupakanlah~" jawab Minseok.
aku merasa benar-benar ketakutan sekarang. aku memeluk pria itu begitu saja.
"apa kau akan meninggalkanku?" tanyaku polos.
pria itu mempererat pelukannya.
"tentu saja tidak." jawabnya, lalu mengecup dahiku.
"lalu apa maksudmu tadi?" tanyaku lagi. dan sekarang aku benar-benar khawatir.
"apa kau takut kehilanganku? hmm?" tanyanya.
aku mengangguk di dalam pelukannya.
pria itu segera melepaskan pelukkan itu. ia menatapku. ia memegang pipiku dengan kedua tanganya. ia mengelus-elus pipiku.
"aku juga takut kehilanganmu~" katanya sambil tersenyum.
"aku hanya bercanda tadi.." lanjutnya.
rasa khawatirku berkurang sekarang.
"syukurlah~" kataku. pria itu tertawa geli.
"apa kau pikir aku akan melakukan hal bodoh itu? ahaha!" tanyanya sambil tertawa meledekku.
aku merasa jengkel denganya. aku masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobilnya dan menyebabkan suara yang agak keras dan mengagetkan.
pria itu langsung masuk juga ke dalam mobilnya. ia melihat ke arahku. namun aku mengabaikannya dengan melihat pemandangan di luar.
"kau marah ya?" tanyanya dengan nada menggoda.
aku hanya menggeleng.
"jinjja?" tanyanya lagi.
kali ini aku mengagguk.
"kau mau ini tidak?" tanyanya sambil mengulurkan sebuah boneka teddy bear ke arahku. ia menekan-nekan tombol yang ada di tengah boneka itu. boneka itu berbicara dengan suara yang begitu imut. "Saranghae~" kata boneka itu.
aku langsung menengok ke arah pria itu. pria itu tersenyum padaku.
aku memperhatikan boneka teddy bear yang ada di tangan pria itu. pria itu terus menggerak-gerakan bonekanya dan terus menekan tombol yang ad pada boneka itu, sehingga membuat boneka itu terus-terusan berkata, "Saranghae~". membuatku terganggu dengan susana itu.
"Minseok hentikan!" kataku setengah berteriak. aku menatap kesal ke arah luar.
"Apa kau tidak suka dengan boneka ini?" tanya Minseok.
aku menggeleng, "tidak!" jawabku.
"Jinjja?" Minseok mulai mendekat. aku menoleh ke arahnya. membuatku terus berusaha untuk mundur.
"Apa?" kataku seperti orang ketakutan.
Minseok makin mendekat. kali ini dia sangat dekat denganku. Jantungku mulai berdetak tidak beraturan.
"Happy Valentine chaggiyya~" kata Minseok lalu tersenyum.
'huffttt..' aku langsung menghembuskan nafas pelan. 'kukira akan terjadi sesuatu.' pikirku.
tiba-tiba, Chuu~~
Minseok menciumku. kukira ini tidak akan terjadi. jantungku mulai berdetak sangat-sangat tidak beraturan kali ini.
benar-benar kejutan di hari Valentine yang indah~
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar