Selasa, 11 Februari 2014

First Love~ [ Luhan Imagine ]






Aku sangat bosan di dalam rumah~
Aku segera mengambil mantel yang tergeletak di sofa, 
lalu pergi ke luar appartemen. 

Aku berjalan menyusuri taman, sendirian. 
'Hmm... sungguh udara yang sejuk' seruku dalam hati,
sambil menghirup udara segar di malam hari ini. 
Setelah lama aku berjalan mengelilingi taman, 

aku duduk di bangku taman di dekat semak-semak itu. 
Aku duduk sambil menatap ke arah langit~
melihat bintang-bintang yang begitu indah~ cahayanya sangat terang di mataku. 'sungguh indah' gumamku. lalu aku memejamkan mataku. 
Aku menarik nafas sesekali, untuk menghirup udara segar ini.

tiba-tiba, 
"ini sudah malam. apa kau akan terus duduk sambil tertidur di sini?" terdengar suara seseorang. suaranya berat. seseorang itu bertanya padaku.
aku langsung membuka mataku. mataku tampak sayu, seperti orang yang baru saja bangun tidur~ aku baru sadar, bahwa aku ketiduran di tempat ini.

Aku menoleh ke arah samping~ terlihat sesosok makhluk yang membuatku sangat terkejut.
"Astaga!" seruku setengah berteriak. 
terlihat seorang pria tampak duduk di sebelahku. wajah pria itu sangat familiar bagiku. aku mencoba mengingatnya. apa aku mungkin pernah bertemu dengannya? namun aku tidak mempedulikannya~ 
Aku langsung berdiri. "terima kasih sudah membangunkanku~" kataku sambil setengah membungkuk dan tersenyum pada pria itu. lalu aku pergi meninggalkannya~

Aku segera kembali ke appartemenku. tak lama aku sampai di appartemenku~ aku segera masuk ke appartemen~

aku duduk di sofa sambil menonton televisi. tiba-tiba aku teringat sesuatu. aku berjalan ke kamar untuk mengambil ponselku yang ada di sana. 
saat di kamar. 
"di mana ponselku?" kataku berbicara sendiri. 
aku terus mencari-cari ponselku. 
aku mengobrak-abrik kamarku. 'ponselku? di mana dia?' tanyaku dalam hati. aku terus mencari ponselku. aku lalu menacarinya di ruang tengah. tetap tidak ada. di semua tempat sudah ku cari~ tapi tetap saja ponsel itu tidak ada. 
'apa ponselku tertinggal di bangku taman tadi?' pikirku.
tanpa banyak berpikir, aku segera berjalan menuju pintu appartemen dan keluar untuk kembali ke taman~ 
aku membuka pintu appartemenku. dan..
'pria itu lagi? untuk apa dia si sini? bagaimana dia bisa tahu appartemenku?' tanyaku lagi dalam hati.
"kau meninggalkan ponselmu di bangku taman begitu saja~" kata pria itu sambil menunjukkan ponsel milikku yang ada di tangannya.
"Oh.. ne gomawo~" kataku setengah membungkuk. 
aku lalu mengambil ponselku yang ada di tangan pria itu. 
pria itu masih berdiri di depanku. aku hanya tersenyum.
lalu, 
"apa kau tidak mengenalku?" tanya pria itu. 
aku sedikit kaget mendengarnya. aku mencoba mengingat-ingat pria itu dalam pikiranku. dan.. 
"Luhan ??" kataku sedikit agak ragu-ragu. 
pria itu mengangguk lalu tersenyum~ 
"kau ternyata masih mengingatku~" seru pria itu sambil tertawa. 

Luhan. Ia adalah sunbaeku saat aku duduk di sekolah dasar dulu. aku sangat dekat dengannya~ bahkan ia adalah cinta pertamaku, aku sering bermain dengannya dulu. saat itu aku masih tinggal di beijing china~ semenjak memasuki sekolah menengah aku pindah ke seoul karna pekerjaan ayahku yang selalu membuat keluargaku menjadi harus berpindah-pindah negara ataupun kota. 
tapi sekarang ayahku sedang berada di beijing bersama ibuku. aku tidak bersama dengan mereka~ aku lebih suka tinggal di sini. jadi aku dibelikan appartemen oleh ayahku~ ^^ 

aku memperhatikan pria itu. 'dia tersenyum sangat manis' kataku dalam hati. senyuman Luhan masih sama seperti dulu~ selalu membuatku tersipu-sipu hingga pipiku memerah~ walaupun ia tidak tersenyum padaku~ ^^

namun kali ini dia tersenyum padaku^^ 
aku sangat senang~ pipiku mulai memerah sekarang~

aku mengajak Luhan masuk ke dalam appartemenku~ 
aku ingin menanyakan banyak hal padanya. 
seperti 'kapan kau datang ke sini?' atau, 'apa kau sendiri di sini?' mungkin aku juga menanyakan hal itu. ya aku bertanya padanya, 
"apa kau sudah memiliki kekasih?" 
pria itu hanya tertawa kecil. ia mengacak-acak rambutku pelan. 
aku hanya tersenyum. 
"kenapa kau menanyakan itu?" tanya Luhan. ia masih tetap tersenyum. 
aku hanya menggeleng, "tak apa" jawabku. 
"aku? mmm.. aku sudah mempunyai kekasih." jawab pria itu. wajahnya tidak tersenyum kali ini. ia memasang wajah begitu serius. 
aku agak terkejut. 
"jinjja? siapa namanya? aku ingin melihat kekasihmu~ apa kau memiliki fotonya?" kataku banyak bertanya. 
Luhan mendekatkan wajahnya ke arahku. aku sedikit tegang.
"kekasihku berada di depanku" jawab Luhan lalu tersenyum. 
'apa maksudnya?' pikirku bingung. 
"kau terlihat bingung~" serunya.
aku hanya menggelengkan kepalaku. aku masih berpikir dan mencerna kata-kata yang tadi Luhan katakan. 
lagi-lagi Luhan mendekat ke arahku~ ia tampak memajukan bibirnya/? 
dan chuu~ Luhan menciumku. aku terkejut. Luhan mulai melumatnya dan memperdalam ciumannya. ia sesekali meggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. tak lama, ia melepaskan ciuman itu~ 
"apa kau masih tidak megerti?" tanya pria itu. 
aku hanya terdiam~ 
"kau ini bodoh! yang ku maksud adalah kau~" kata Luhan sambil menunjukkan wajah flat 
"apa?" aku masih tidak mengerti dengan ucapannya.
"kau adalah kekasihku~" kata pria itu sekali lagi. 
aku baru mengerti sekarang~! lalu aku tersenyum padanya. sebenarnya aku tidak tahu, kapan dia menjadi kekasihku? namun aku tidak mempedulikannya~
pipiku tampak sangat merah sekarang~ 

teman kecil sekaligus cinta pertamaku yang sudah lama tidak bertemu~ tiba-tiba ia muncul di hadapanku, dan mengatakan bahwa aku adalah kekasihnya~ 

-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar